Awal Mula Berdirinya
Pada tahun 1999, sekelompok warga muslim di kawasan ini merasa perlu untuk memiliki tempat ibadah yang dapat menampung kebutuhan spiritual masyarakat setempat. Dengan semangat gotong royong dan tekad yang kuat, mereka mulai mengumpulkan dana dan mencari lokasi yang strategis.
Nama "Al-Furqon" dipilih dengan penuh makna, mengacu pada salah satu nama Al-Quran yang berarti "pembeda antara yang haq dan yang bathil". Nama ini mencerminkan harapan agar masjid ini menjadi pusat pembelajaran dan pemahaman yang benar tentang Islam.

Foto pembangunan awal tahun 1999

Gotong royong masyarakat dalam pembangunan
Masa Pembangunan
Proses pembangunan berlangsung selama dua tahun dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Dari yang menyumbang dana hingga yang menyumbang tenaga, semua bergotong royong membangun rumah Allah ini. Para tukang lokal bekerja dengan penuh keikhlasan, seringkali tanpa mengambil upah penuh.
Tantangan terbesar datang dari keterbatasan dana dan akses material bangunan. Namun, dengan doa dan usaha keras, satu per satu masalah dapat teratasi. Ibu-ibu PKK bahkan mengadakan bazaar dan arisan untuk menambah dana pembangunan.
Masjid Al-Furqon Dalam Angka
26+
Tahun Beroperasi
500+
Jamaah Aktif
1200
Kapasitas Jamaah
50+
Program Sosial
Era Perkembangan dan Renovasi
Seiring berjalannya waktu, kebutuhan akan fasilitas yang lebih memadai semakin meningkat

Renovasi tahap pertama (2005)

Penambahan fasilitas (2010)

Wujud masa kini (2020-2025)
Pada tahun 2005, renovasi besar pertama dilakukan untuk memperluas ruang sholat dan menambah fasilitas wudhu. Kemudian pada 2010, dilakukan penambahan ruang serbaguna yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan dakwah dan sosial.
Renovasi terbesar terjadi pada 2015-2017, di mana masjid mendapat tambahan lantai dua, ruang perpustakaan, dan fasilitas pembelajaran Al-Quran yang lebih memadai. Sistem audio dan AC juga dipasang untuk kenyamanan jamaah.
Hingga kini, Masjid Al-Furqon terus berkembang dengan berbagai program dan fasilitas modern, namun tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional dan semangat gotong royong yang menjadi fondasinya.
Peran di Tengah Masyarakat
Masjid Al-Furqon tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan pendidikan masyarakat. Berbagai program seperti santunan anak yatim, bantuan untuk fakir miskin, dan kursus keterampilan rutin diselenggarakan.
Setiap Ramadhan, masjid menjadi pusat kegiatan iftar bersama yang dihadiri ratusan jamaah. Program tahfidz Al-Quran untuk anak-anak juga menjadi kebanggaan tersendiri, dengan puluhan hafidz cilik yang telah diluluskan.

Kegiatan sosial dan dakwah masyarakat

